Untuk lebih teliti lagi..


Mungkin saya termasuk orang yang gampang percaya dan sedikit mengabaikan suatu hal yang saya sepele ataupun kecil sekali kemungkinannya hal tersebut akan dilakukan oleh yang bersangkutan. Bisa dikatakan gampang percaya mungkin 🙂

Di Bandara Soekarno-Hatta suatu hal yang tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya akan terjadi hal seperti ini, bagaimana tidak seorang gadis manis berseragam suatu perusahaan penerbangan yang bertugas sebagai di Check-In Counter mengembalikan uang kembalian saya tidak sesuai dengan pembayaran saya? Saya memberikan uang seratus ribu rupiah untuk membayar biaya boarding sebesar tiga puluh lima ribu rupiah, namun dikembalikan hanya sebesar lima belas ribu rupiah! Ough!! Betapa kecewanya saya atas pelayanan tersebut yang sangat membodohi pikiran saya. Sayangnya hal tersebut baru saya ketahui ketika saya telah di boarding room, dan saya sendiri tidak ada niat sama sekali untuk meminta penjelasan dari pihak terkait, dan dapat dikatakan saya enggan untuk melakukan hal tersebut. Namun hal seperti itu terjadi lagi pada diri saya?! Di suatu tempat pusat pertokoan tepatnya pintu masuk parkir, hal tersebut terjadi lagi pada saya dan lebih parah.. uang kembaliannya tidak di kembalikan kepada saya!!.. 😆 Sempat ada di benak saya, mungkin hal ini sudah sering menimpa saya namun saya tidak menyadarinya hanya dua kejadian tersebut yang saya tulis disini yang benar-benar saya sadari dan saya tulis ini hanya untuk mengingatkan agar lebih teliti lagi.. 🙂 Dengan sedikit harapan saya untuk suatu saat nanti.. Semoga kita bisa belajar untuk lebih jujur dalam bertransaksi. Amin.

Advertisements

Kredit di Bank


Ternyata susahnya minta ampun mengajukan sebuah kredit untuk modal usaha kecil yang sudah lebih dari 1 tahun eksis dan menghasilkan. Pengajuan kredit tersebut dilakukan untuk penambahan aset sebagai sebuah langkah untuk lebih mapan usaha itu sendiri. Namun sayang sekali, tampaknya bukan hanya persyaratan pokok ataupun jenis agunan yang bank kehendaki, ternyata masih banyak yang musti kita ketahui diluar dari semua prosuder yang berlaku, yang tidak saya pahami sama sekali. Maklum, saya kurang pengetahuan tentang tata cara yang tepat untuk hal ini dan sampai saat saya belum menemukan solusinya. Kemudian timbul rasa iri dan merasa tidak adil dalam benak saya :

“Kenapa ya.. Bank-bank tersebut hanya mengeluarkan dana buat bos-bos gede doang, klo gitu memang kenyataannya.. yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin dong :(“

AMD 690G


Menarik juga, mengikuti perkembangan pc kelas value vga onboard yang terbilang cukup memadai. Bagi saya pribadi vga onboard cukup memadai untuk menunjang ber games ria, namun mainboard tersebuat harus menyertakan slot vga nya (pci-ex/agp) untuk kemungkinan upgrade ketika vga onboard nya tidak memadai lagi.

Awal tahun ini, AMD memulai suatu kompetisi dengan memperkenalkan AMD690G, karena bukan tidak mungkin Nvidia ataupun pesaing lainnya mengikutinya kompetisi ini. Cukup menarik, dari harga hingga performance chipset dengan vga onboard ini AMD690G meninggalkan para pesaingnya terdahulu. Bisa anda lihat artikel ini extremetech atau di anandtech. Silahkan anda cermati dan tentukan pilihan terbaik anda.

Ditunggu para distributor-distributor komputer Indonesia untuk menyediakannya. 🙂

Gamers Oh.. Gamers..


Sebetulnya gw pribadi kurang begitu paham gimana pandangan orang terhadap suatu komunitas gamers di mata mereka, disini gw pengen berbagi apa yang gw rasain saat ikut ngerasain diantaranya, bukan hanya sekedar melihat ataupun sedikit mencoba bermain, gw dah larut di dunia ini. 😦

yang gw rasain bukan sekedar having fun ataupun pekerjaan yang tepat untuk buang² waktu semata. Bagi gw, nge-games layaknya sebuah profesi dengan sebuah tugas yang harus gw jalanin sebagai suatu tuntutan untuk mencapai sebuah target. Terkadang kedengarannya memang aneh, suatu pemikiran yang tidak masuk akal bila seseorang rela untuk melakukan sesuatu hanya demi gengsi ataupun pertanyaan diri akan sebuah kemampuan gamers di dunia maya ataupun games itu sendiri. The real profesional gamers know’s well when he’s have to kill.. has killed him.. when he should done this job now.. he’s done! dan tetep fun whatever he’s got. Dan tentunya profesional gamers dimata gw mereka punya kelebihan skill dibanding junior (like indogamers say ^^) tingkat konsentrasi dan refleksi mereka maupun cara mereka bermain memang beda. Terlepas dari itu semua, ga sedikit juga dari para gamers yang menemui masalah atau malah jadi korban dalam kehidupan real nya. Entah itu study nya, mungkin dan juga barangkali masalah keuangan mereka, atau bisa juga masalah mereka dengan keluarganya. who knows.. memang ga bisa dipungkiri lagi, gamers suka lupa waktu klo dah asyik dengan dunia nya.. ada yang nahan kantuk nya ampe tuntas semua target nya masing-masing. Klo sekedar tahan laper dan pipisnya yang katanya cocok banget buat anak kost’an yang lom dapet kiriman 🙂 malah ada yang sampe nginep di net, ga pulang” ke rumahnya gubrak! 😦

Bagi gamers yang menganggap dunianya adalah hiburan semata, pengisi waktu luang, ataupun menganggap main games sebagai hobby mereka.. gw berharap tetep ngga ngelupain realita kehidupannya. Klo mo ditelaah lebih jauh, sebetulnya gamers profesional bisa melangkah ke suatu jenjang lebih bergengsi, meraup keuntungan dari hobby nya ini. Event² yang diselenggarakan dari vendor² games di Indonesia lumayan menjanjikan. Apalagi kalo bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. wah.. hebat tuh! Gw tertarik dengan pendapat dari Omega – Online Games Magazine (grup Jawapos) edisi nya gw lupa.. Sebetulnya Games Online bisa dijadikan salah satu cabang olahraga atau apalah namanya yang melahirkan talenta² berbakat yang mampu mengharumkan nama bangsa.. who know’s.. Mungkin masi mimpi ya klo sekarang². 😆 yang pasti.. keep on gaming dude’s.. life is too short.. play hardly..